Selasa, 27 Maret 2012

Konsep dasar Manajemen Operasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Konsep manajemen operasi operasi merupakan kegiatan menciptakan barang dan jasa yang ditawarkan oleh perushaan kepada konsumen, dan kegiatan ini menjadi fungsi utama perusahaan. Melalui konsep manajeme operasi, segala sumber daya masukan perusahaan diintegrasikan untuk menghasilkan keluaran yang memiliiki nilai tambah. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang akhir, barang setengah jadi atau jasa. Proses kegiatan merubah bahan baku menjadi barang lain yang mempunyai nilai tambah lebiih tinggi disebut prosos produksi (manufaktur). Bagi perusahaan yang berorientasi laba, produk tersebut selanjutnya dijual untuk memperoleh keunutngan dan sumber dana yang baru bagi kegiatan operasi berikutnya. Sementara bagi perusahaan atau organisasi nirlaba, produk ini   diberikan kepada masyarakat atau pengguna tertentu untuk memenuhi misi organisasi
Dari makalah yang kita buat ini kita membahas studi kasus perusahaan di bidang jasa yaitu PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA atau yang biasa kita kenal dengan alfamart. Perusahaan ini merupakan perusahaan besar.
Konsep manajemen operasi merupakan kegiatan yang kompleks, tidak saja mencakup pelaksanaan fungsi manajemen dalam mengkoordinasi berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan operasi, tetapi juga mencakup kegiatan teknis untuk menghsilkan suatu produk yang memenuhi spesifikasi yang didinginkan, dengan proses produksi yang efisien dan efektif serta dengan mengantisipasi perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen di masa mendatang.
Bagi perusahaan jenis apapun, baik yang bergerak dalam manufaktur maupun jasa.Tentulah menyadari bahwa kelangsungan hidup perusahaan lebih penting dari pada sekedar laba yang besar. Sekalipun untuk dapat teurs bertahan ( Going Concern) perusahaan memerlukan keuntungan yang cukup. Selanjutnya untuk mendapatkan keuntungan tersebut, produk yang dihaslkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan serta kepusasan konsumen ( harga, kualitas, pelayanan, dsb). Salah satu ujung dari masalah ini adalah proses produksi yang harus baik dalam arti yang luas,agar output yang dihasilkan baik berupa barang atau jasa, dapa mendukung kelangsungan hidup perusahaan.
Di satu sisi setelah proses produksi dan kehidupan perusahaan berjalan yang dengan baik, perusahaan perlu menjaganya dengan baik, mengingat menjaga lebih sulit dari pada saat mendirikinnya. Dengan demikian proses dan kegiatan produksi sebagai dapurnya perusahaan perlu dipelajari dengan seksama dan sungguh – sungguh sehingga sebuah perusahaan memiliki devisi produksi yang solid dan dapat dipercaya sebagai tulang punggung kelangsungan hidup perusahaan. 

1.2 Ruang Lingkup
          Adapun pembahasan yang akan kami bahas dalam makalah ini diantaranya :
1.     Konsep dasar, tujuan dan ruang lingkup
2.     Milestone perkembangan manajemen operasi
3.     Manajemen operasi dalam e-bussiness environment

1.3 Permasalahan
          Dari uraian latar belakang di atas dapat dimunculkan pertanyaan sebagai berikut :
       1.     Bagaimana konsep dasar, tujuan dan ruang lingkup dari manajemen operasi ?
       2.     Bagaimana milestone perkembangan manajemen operasi ?
       3.     Bagaimana manajemen operasi dalam e-bussiness environment ?

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1   Konsep Dasar, Tujuan, Ruang Lingkup
a. Pengertian Manajemen Operasi
         Manajemen produksi operasional merupakan salah satu fungsi penting dalam perusahaan (organisasi), selain manajemen sumber daya manusia manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan akuntansi atau akuntansi keuangan yang menghasilkan produk (barang dan jasa). Berikut pengertian manajemen produksi atau operasional. Sofjan Assauri (2004;12)
“Manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengutillisasian sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi “


          Sedangakan menurut Lee J. Krajewski dan Lary P. Ritman (2002;6), mengemukakan bahwa
The term operations manajemen refers to the direction and control of the process that transform inputs into product and service”
          Selain itu juga Jay Heizer dan Barry Render (2001;2), mengemukakan tentang manajemen operasional sebagai berikut :
Manajemen operasi merupakan serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukan menjadi keluaran”
          Dari definisi-definisi di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen produksi operasional adalah proses pencapaian tujuan organisasi melalui pengarahan dan pengendalian serangkaian kegiatan yang menggunakan sumber-sumber daya yang dimiliki untuk merubah input menjadi output barang dan jasa.
 Operasi terdiri dari dua kata adalah manajemen dan operasi. Operasi merupakan kegiatan mentranspormasikan input menjadi ouput. Dengan demikian manajemen operasi merupakan kegiatan untuk mengatur atau mengelola secara pengelolaan sumber daya dalam proses transformasi input menjadi output.
Menurut Assauri (1999) mendefinisikan manajemen operasi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Fungsi terpenting dalam produksi dan operasi meliputi :
  • Proses pengolahan merupakan metode yang digunakan untuk pengelohan masukan
  • Jasa – jasa penunjang merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
  • Perencanaan merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu
  • Pengendalian atau pengawasan merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masukan pada kenyataannya dapat dilaksanakan
Manajemen operasi menurut Handoko(1984) Merupakan pelaksanaan kegiatan – kegiatan manajerial yang dibawakan dalam pemilihan, perancangan, pembaharuan, pengoperasian, dan pengawasan system – system produktif. Faktor – factor produksi yang digumakan dalam proses transformasi bahan baku menjadi berbagai prosuk atau jasa mencakup tenaga kerja, mesin – mesin, peralatan bahan mentah dan sebagainya. Kegiatan – kegiatan manajerial meliputi :

·Pemilihan, keputusan strategic yang menyangkut pemilihan proses berbagai barang atau jasa yang akan diproduksi
·Perancangan keputusan taltikal yang menyangkut kreasi metoda – metoda pelaksanaan suatu operasi produktif.
·Pengoperasian keputusan – keputusan perencanaaan tingkat keluaran jangka panjang atau dasar forecast permintaan dan keputusan scheduling pekerjaan dan pengalokasian karyawan jangka pendek
·Pengawasan prosedur – prosedur yang menyangkut pengambilan tindakan korektif dalam produsi dan operasi barang penyediaan jasa
·Pembaharuan implementasi perbaikan – perbaikan yang diperlukan dalam system produktif berdasarkan perubahan permintaan, tujuan organisasional, teknologi dan manajemen

Sedangkan menurut Fugarty (1989), manajemen operasi adalah suatu proses yan secara berkesinambungan (continue) dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan. Unsur-unsur pokok dalam definisi tersebut, yaitu :
1.    Continue, berarti  manajemen produksi dan operasi bukan suatu kegitan yang berdiri sendiri. Keputusan manajemen bukan merupakan suatu tindakan sesaat melainkan tindakan yang berkenlanjutan (continue).
2.  Efektif, berarti segala pekerjaan harus dilakukan secara tepat dan sebaik-baiknya serta mencapai hasil sesusi dengan yang diharapkan.
3.  Fungsi manajemen, berarti kegiatan manajemen produksi memerlukan pengetahuan yang luas, mencakup planning, oraganizing, actuating dan controlling. Dalam pelaksanaannya, berbagai sumber daya diintegrasikan untuk menghasilkan barang dan jasa.
4.   Efisien,  berarti manajer produksi dan operasi dituntut untuk mempunyai kemampuan kerja secaraa efisien agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memperkecil limbah.
5. Tujuan,  kegiatan manajemen produksi dan operasi harus mempunyai tujuan yang menghasilkan suatu produk sesuai yang direncanakan.

Schroeder (1994) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan produksi dan operasi pada tiga hal, yaitu :
1.     Pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa
2.     Adanya system peran formasi yang menghasilkan barang dan jasa
3.     Adanya penambilan keputusan sebagai elemen yang penting dari manajemen operasi.
Secara umum, kegitan operasi merupkan kegitan yang berhubungan dengan penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya melalui proses transformasi dari masukan sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.
Istilah manajemen operasi sebenarnya mengandung pengertian yang lebih luas. Oleh karena itu, dalam perkembangannya sering digunakan istilah manajemen operasi saja, karena manajemen operasi mencakup kedua jenis kegiatan, baik yang mnghsilkan barang maupun jasa. Unutk lebih memahami perbedaan atara barang dan jasa, tabel 1.1. berikut ini menunjukkan beberapa karakteristik yang membedakan kedua jenis produk.

Tabel 1.1.
Perbedaan barang dan jasa
Barang
Jasa
·         Berwujud
·         Dapat disimpan
·         Banyak menggunakan proses
·         Diproduksi lebih dahulu baru         dikonsumsi
·         Kontak dengan konsumen rendah
·         Kualitas bersifat objektif
·         Tidak berwujud
·         Tidak dapat disimpan
·         Banyak menggunakan proses manusia
·         Diproduksi bersamaan waktunya       dengan dikonsumsi
·         Kontak dengan konsumen tinggi
·         Kualitas bersifat subyektif





b.   Tujuan Manajemen operasi
             Manajemen operasi atau manajemen produksi ini mempunyai tujuan untuk :
§  dapat menghasilkan barang sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelum proses produksi dimulai.
§  memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.
§  Untuk menciptakan beberapa jenis nilai tambah, sehingga keluarannya lebih berharga bagi konsumen daripada sekedarjumlah masukannya masing-masing.
a. Perencanaan produksi
Perencanaan produksi meliputi penelitian tentang produk apa dan bagaimana yang disukai konsumen. Selain itu dalam perencanaan produksi terdapat pengembangan dalam produksi yang merupakan penelitian terhadap produk yang telah ada untuk dikembangkan lebih lanjut agar mempunyai kegunaan yang lebih tinggi dan lebih disukai konsumen.
b. Perencanaan lokasi&letak
Factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi :
·    Biaya ruang kerja
·    Biaya tenaga kerja
·    Insentif pajak
·    Sumber permintaan
·    Akses ke transportasi
·    Ketersediaan tenaga kerja
Factor-faktor yang mempengaruhi rancangan dan tata letak :
·      Karakteristik Lokasi
·      Gedung tinggi atau gedung luas/lebar
·      Proses Produksi
·      Tata letak produk menempatkan tugas sesuai urutan pengerjaannya.
·      Jenis Produk
·      Pembagian lokasi berdasarkan jenis produk
·      Kapasitas produksi yang diinginkan
·      Tingkat produksi maksimum atau tingkat produksi umum plus 25%.

2. System pengendalian produksi
a.       Pengendalian proses produksi
b.      Pengendalian bahan baku
c.       Pengendalian biaya produksi
d.      Pengendalian kualitas
e.       Pemeliharaan
3. Perencanaan system produksi
a.       Struktur organisasi
b.      Skema produksi atas pesanan
c.       Skema produksi atas persediaan

Kegiatan operasi sudah dikenal beribu-ribu tahun yang lalu sejak manusia mengenal cara berburu, membuat satu benda , dan lain-lain. Pengetahuan atau cara tersebut berkembang terus dengan ditemukan prinsip serta metoda baar, dan akhirnya terbentuk menjadi suatu ilmu sendiri, dilengkapi dengan masuknya unsur-unsur ilmu pengetahuan yang lain. Perkembangan manajemen operasi lebih terasa sejak meletusnya sejak revolusi industry pada abad ke – 18. Pada saat itu, pola kerajinan tangan mulai tergeser, dan system pabrik mulai berkembang. Dilengkapi dengan penemuan teknologi yang semakin lama semakin canggih, selain fasilitas produksi menjadi lebih modern, penanganannya juga lebih kompleks.
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan perekonomian, konsep manajemen operasi menjadi semakin berkembang dan semakin terasa peranannya dalam pengembangan perusahaan agar semakin efisien dan efektif sehingga memiliki daya saing yang kuat. Perkembangan manajemen operasi sampai dalam bentuknya sekarang ini didasarkan atas penemuan dari para ahli.
Hal ini dapat dilihat dari adanya alliran utama yang menyumbang terhadap perkembangan bidang manajemen operasi, yaitu :
1.  Pembagian kerja
Menurut Adam Smith, spesialisasi tenaga kerja akan meningkatkan keluaran Karena 3 faktor, yaitu :
a.       Peningkatan keterampilan karyawan
b.      Penghematan waktu kerja yang hilang karena perubahan pekerjaan
c.       Penemuan peralatan dan mesin

2. Revolusi industry
Merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin, dan Jamess Watt adalah orang yang memberikan sumbangan besar dalam revolusi industry dengan penemuan mesin uapnya, sebagai sumber utama tenaga mesin mobil untuk pertaniandan pabrik.

3.  Manajemen ilmiah
Dikembangkan oleh Frederick W. Taylor dengan pengertian bahwa manajemen ilmiah merupakan :

a.    Penerapan metode ilmiah pada studi analisis dan pemecahan masalah-masalah operasi
b. Seperangkat mekanisme-mekanisme dan teknik-teknik untuk meningkatkan efisiensi operasi  organisasi.
c.  Hubungan manusiawi dikembangkan oleh Elton Mayo, bahwa motivasi karyawan adal;ah unsure krusial dalam peningkatan produktivitas tanpa mengabaikan aspek lingkungan fisik dan teknik

4.  Model-model keputusan kuantitatif
     Digunakan untuk menyajikan suatu system produktif dalam model-model matematika, contohnya, rumusan EOQ untuk manajemen persediaan , metode simpleks linier programming.

5.  Computer.
   Kegiatan operasi memanfaatkan computer untuk manajemen persediaan, scheduling produksi, pengawasan kualitas dan system pembiayaan.

Contoh beberapa individu atau perusahana yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan manajemen operasi, dapat dilihat dalam tabel 1.2 dibawah ini :
Perkembangan manajemen operasi
Tahun
Individu/perusahaan
penemuan
1776
Adam Smith
Spesialisasi pekerjaan dalam kegiatan manufaktur
1800
Eli Whitney
Standarisasi dan pengendalian mutu.
1881
Frederick W Taylor
Bapak manajemen ilmiah, studi peningkatan metode dan waktu
1913
Hendry Ford dan Charles Scremeses
Memadukan pengetahuan komponen yang distandarisasi dengan lini produksi.
1914
F. W. Harris
Model pesanan paling ekonomis (EOQ)
1924
Whitter A. Shewhart
Penggunaan peta control untuk pengendalian mutu (SPC)
1950
W. C. Deming dan Frederick Taylor
Perbaikan lingkungan kerja dan proses agar mutu menjadi lebih baik.
1958
U.S.Navy dan Bosst Allen dan Hamillton
Teknik peninjauan ulang dan evaluasi program (PLRT)
1975
Joseph Orickky dan G. Wright
Penggunaan computer dalam manufaktur, penjadwalan, pengendalian dan perencanaan material (MRP)
1978
Taichi Ohno
Just in Time (JIT)
1980
W. E. Demming dan Josseph M Jurran
Aplikasi kualitas dan produktifitas jepang dalam pemakaian robot dan CAD (Computer Aided Design)/ CAM (Computer Aided Manufactur)


2.3  Manajemen Operasi dalam E-bussiness Environment 

E-bisnis (Inggris: Electronic Business, atau "E-business") dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan  .
Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
Dalam e-business terdapat suatu proses yang dinamakan dengan e-commerce yaitu transaksi komersial bidang jasa dalam format elektronik. ( Transatlantic Business Dialogue Electronic Commerce White Paper, 1997 )
E-Commerce berkaitan dengan melakukan bisnis secara elektronik, didasarkan pada pemrosesan elektronik dan transmisi data, termasuk teks, bunyi dan video. Mencakup segala macam aktivitas termasuk perdagangan elektronik baik barang ataupun jasa, pengiriman secara online dari isi digital, transfer dana secara elektronik, electronic share trading, electronic.bil of landing, commercial auctions, kolaborasi desain dan rekayasa, online sourcing, public procurement, direct consumer marketing, dan layanan purnajual. Termasuk juga produk (consumer good, peralatan medis) atau jasa (layanan informasi, keuangan dan hokum); aktivitas-aktivitas baru (virtual malls). (European Commission, 1997).
E-Commerce didefinisikan sebagai penggunaan Internet dan Web untuk transaksi bisnis. E-Commerce berbeda dari e-business, e-business mengacu pada transaksi dan proses di dalam suatu organisasi. Sebagai contoh, suatu system pengendalian persediaan perusahaan online adalah komponen e-business dan bukan bagian dari e-commerce. System pengendalian persediaan tidak secara langsung menghasilkan pendapatan untuk perusahaan. Ada lima jenis utama e-commerce: business-to-business (B2B), business-to-consumer (B2C), consumer-to-consumer (C2C), peer-to-peer (P2P), dan mobile commerce (m-commerce).

a.  CONTOH PENERAPAN E-BUSINESS :
Sebuah Perusahaan X merupakan perusahaan meubel kayu, yang membutuhkan kayu sebagai bahan baku atau bahan dalam pembuatan meubelnya, maka di perlukan Perusahaan Y yang merupakan supplier kayu. Dimana Perusahaan Y tersebut adalah rekan kerja bagi perusahaan meubel tersebut dan sebagai SCM bagi perusahaan meubel. Perusahaan Y akan meyediakan kayu yang dibutuhkan oleh Perusahaan X. Kemudian Perusahaan X membentuk CRM yang dinamakan Bagian Pelayanan Customer, dimana CRM ini berfungsi untuk melayani customer dalam hal penjualan produk Perusahaan X kepada customer dan sebagai database customer. Dengan informasi ini maka pihak manajemen dan pemasaran bisa mempelajari kebutuhan pelanggan secara detail dan mampu untuk merencanakan produk atau membuat penawaran kepada para pelanggan atau juga mengetahui secara detail produk-produk lain apa saja yang sudah dibeli oleh pelanggan. Lalu perusahaan X juga membentuk ERP untuk terciptanya optimalisasi dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki perusahaan, misalnya dalam hal informasi, biaya, tenaga kerja, material, bahan baku, mesin-mesin produksi, produk jadi, dan lain sebagainya. Keseluruhan dari penggunaan SCM, CRM dan ERP dalam perusahaan X dapat dikatakan sebagai sebuah sistem E-business dalam kegiatan perusahaannya.
   
MANFAAT

Tujuan
implementasi e-Business adalah untuk mendukung efisiensi dan integritas pengelolaan data Sumber Daya Manusia, Keuangan, Supply Chain Management / Logistic Management. Selain itu juga berfungsi sebagai sarana komunikasi & informasi bagi publik dan stakeholder lainnya. Dengan berbasiskan internet, sistem ini dapat diakses dimana saja sesuai dengan hak akses yang telah ditentukan.
Manfaat implementasi e-Business adalah :
·           Meningkatkan kinerja operasional perusahaan,
·           Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok, dan pendanaan yang sangat luas,
·           Meningkatkan efisiensi perusahaan,
·           Mempermudah pengelolaan aset perusahaan
·           Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan,
·           Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholder,
·           Mengatasi kesenjangan digital,
·           Media mempromosikan kompetensi perusahaan,
·           Memperlancar kegiatan ekonomi,
·           Memperlancar transaksi bisnis,
·           Sarana penyebaran informasi secara luas.

b. Cara Promosi Pengembangan Bisnis
            Cara promosi yang paling efektif adalah dengan menginformasikan bisnis Anda dan mengajak keluarga, teman serta rekan kerja Anda sesuai daftar yang Anda buat. Jika orang yang Anda ajak itu mendaftarkan diri dan mengisikan referral ID Anda, maka secara otomatis dia akan menjadi referral Anda dan bergabung dengan jaringan bisnis yang Anda bangun. Cara promosi dapat dilakukan dengan 2 macam cara, yaitu :
 
1. Promosi secara Offline.
Promosi secara Offline yaitu promosi tanpa melalui jaringan internet. Promosi secara Offline antara lain dilakukan dengan cara :
·         Mengajak langsung keluarga, teman dan rekan kerja Anda saat bertemu.
·         Melalui SMS atau MMS untuk menginformasikan bisnis Anda.
·         Membuat dan menerbitkan iklan tentang bisnis Anda pada media cetak, seperti majalah dan koran.

2. Promosi secara Online.
Promosi secara Online adalah promosi melalui jaringan internet yang terkoneksi secara online. Tentu saja yang Anda promosikan adalah alamat website bisnis Anda. Cara yang termasuk dalam promosi ini antara lain :
·      Membuat informasi bisnis Anda pada weblog Anda.
·      Mengirimkan e-mail kepada keluarga, teman dan rekan kerja yang ingin Anda ajak bergabung. Usahakan di dalam mengirim e-mail tuliskan kata - kata yang bisa menggugah minat orang yang Anda ajak untuk bergabung. Jika Anda akan mengirimkan email kepada seseorang yang belum Anda kenal, usahakan jangan mengirim email yang sama lebih dari 2 kali. Hal tersebut akan menimbulkan kesan pemaksaan kepada orang tersebut.
·      Bergabung dan promosikanlah website bisnis Anda pada website - website komunitas, seperti Friendster, dsb.
·      Daftar dan promosikan pada website yang menawarkan fasilitas pemasangan iklan secara gratis. Berikut daftar beberapa alamat website dengan fasilitas pemasangan iklan gratis :
·           §  ww.catcha.co.id
·           §  http://www.iklanbaris.com
·           §  http://www.iklanbaris.co.id
·           §  http://www.i-klik.com
·           §  http://www.astaga.com
·           §  http://www.iklaninternet.com
·           §  http://www.kemana.com
·           §  http://www.bursaiklan.com
·           §  http://www.iklanmini.com
·           §  http://www.iklankota.com
·           §  http://www.maljongkok.com
·           §  http://iklanbaris.hypermart.net
·           §  http://iklan.virtualave.net
·           §  http://www.iklan-25.co.id
·           §  http://www.indosite.com
·           §  http://www.cabe-merah.com
·           §  http://www.iklanelektronik.com
·           §  http://www.impact.or.id/iklan504/index.htm
·           §  http://www.iads.marina.co.id
·           §  http://iklan.co.id/index.htm
·           §  http://www.iklan.jagad.com
·           §  http://www.iklansolo.com
·           §  http://www.mediaiklan.com
·           §  http://www.jagad.com
·           §  http://www.jogjapromo.com
·           §  http://www.iklanmedan.com

Dalam perkembangannya e-business mempunyai empat tahap evolusi e-business agar dapat menjadikan perusahaan yang menggunakan media ini berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan, yaitu :
1.Tahap Inform
Pada tahap awal ini, yang biasanya terjadi adalah adanya unit-unit kecil di dalam perusahaan yang mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis internet. Contohnya adalah pengembangan homepage yang menampilkan profil organisasi di internet, atau membangun website yang isinya adalah produk-produk dan jasa-jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya, atau sebuah situs yang berisi berita-berita mutakhir di bidang tertentu yang berkaitan dengan tugas sebuah unit perusahaan, dan lain-lain. Biasanya hal-hal kecil ini berasal dari ide salah satu atau sekelompok orang di unit organisasi terkait karena yang bersangkutan memiliki pemahaman dan pengalaman di bidang internet.
Berbagai proyek kecil ini biasanya bersifat jangka pendek dan tidak membutuhkan biaya besar. Karena sifatnya yang lebih sekedar menyebarkan informasi sehubungan dengan aktivitas terkait di dalam sebuah unit perusahaan, maka biasanya aplikasi-aplikasi tersebut bersifat mandiri dan bebas, dalam arti kata tidak diintegrasikan dengan perangkat lunak aplikasi lainnya yang ada di perusahaan. Berhasil tidaknya proyek e-business tersebut juga masih berdasarkan pada analisa atau kajian efisiensi yang dicapai. Katakanlah dengan adanya website profil perusahaan, maka tidak perlu lagi dilakukan pencetakan dokumen dalam beribu-ribu eksemplar karena para pelanggan dan mitra bisnis dapat melihatnya melalui internet; atau dengan adanya email maka biaya pengiriman dokumen dan kurir dapat ditekan; atau dengan dikembangkannya document management maka akan cukup signifikan memangkas biaya overhead kantor; dan lain sebagainya.
Memulai e-business dengan melakukan cara-cara seperti yang dijelaskan di atasmerupakan mekanisme yang cukup aman dan memiliki resiko kegagalan yang rendah. Walaupun manfaat yang diperoleh tidak begitu signifikan, tetapi value terbesar yang diperoleh adalah mulai memperkenalkan (sosialisasi) konsep e-business yang paling sederhana kepada segenap karyawan perusahaan.

2. Tahap Automate
Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep kecil e-business. Yang menjadi dasar penggabungan modul-modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian proses yang saling berhubungan. Contohnya adalah proses pengajuan anggaran dari masing-masing unit ke divisi keuangan. Melalui aplikasi atau modul situs yang lebih dinamis (berbasis database), setiap unit memasukkan rencana anggarannya ke dalam sebuah aplikasi dan bagian keuangan secara otomatis menerima konsolidasi anggaran dari seluruh unit yang ada di perusahaan. Contoh lainnya adalah di bagian pengadaan atau logistik yang secara otomatis melalui sebuah aplikasi database menerima pesanan pembelian barang dari berbagai unit yang ada di perusahaan.
Keseluruhan rangkaian proses ini secara otomatis dibantu alurnya oleh aplikasi e-business. Tidak jarang pula kerap dikembangkan berbagai aplikasi yang melibatkan pelanggan (customers) dalam prosesnya.Misalnya adalah sistem pemesanan produk atau jasa melalui website, atau aplikasi pelayanan purna jual (CRM), dan lain sebagainya. Value yang dituju pada tahapan ini adalah efektivitas, yaitu sebuah hal yang pada awalnya sangat sulit untuk dilakukan, tetapi dengan adanya aplikasi e-business hal-hal baru dapat dilakukan oleh 3. perusahaan.

3.Tahap Intergrate
Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di luar perusahaan. Bedanya dengan automate yang lebih menekankan pada target efektivitas, pada integrate tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan dan mengembangkan kinerja perusahaannya secara signifikan. Level integritas proses bisnis antara perusahaan dengan pihak luar pada tahapan ini sangat tinggi; bahkan tidak jarang dibutuhkan suatu manajemen integrasi proses bisnis yang online dan real-time. Contoh yang kerap dipakai untuk mengilustrasikan tahap ini adalah aplikasi “package delivery tracking” yang dimiliki Federal Express maupun DHL yang memungkinkan pelanggan melalui komputernya (internet) melacak status pengiriman paketnya (yang bersangkutan dapat mengetahui posisi terkini dari paket yang dimaksud). Contoh lain adalah aplikasi e-business yang diterapkan di industri penerbangan dimana perusahaan dapat mengetahui secarapersis lokasi terkini dari seluruh awak pesawatnya baik yang sedang terbang maupun istirahat. Proses pemesanan tiket bioskop atau pertandingan olah raga melalui internet yang memungkinkan seorang pelanggan untuk memilih spesifik bangku yang diinginkan juga merupakan salah satu implementasi dari e-business pada tahapan ini. Value terbesar yang diperoleh perusahaan di sini adalah meningkatnya keunggulan kompetitif (hal yang membedakan perusahaan dengan para pesaingnya).

4. Tahap Reinvent
Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada. Tahap ini dinamakan sebagai “reinvent” karena perusahaan yang telah memiliki pengalaman sukses menerapkan konsep e-business pada tiga tahap sebelumnya ditantang untuk mendefinisikan ulang mekanisme dan model bisnisnya dengan berpedoman pada peluang-peluang usaha baru yang ditawarkan oleh e-business. Lihatlah bagaimana perusahaan retail dan distribusi merubah total bisnisnya menjadi penyedia jasa informasi (portal) sehubungan dengan consumer products yang ditawarkan, atau perusahaan pembuat perangkat lunak aplikasi internet yang meredifinisikan ulang usahanya menjadi perusahaan outsourcing di bidang Customer Relationship Management, atau perusahaan penjual buku-buku asing yang berubah menjadi perusahaan penterjemah bahasa-bahasa asing, dan lain sebagainya. Kata kunci di dalam tahap iniadalah “business transformation” dan “industry convergence”; dimana karena semakin kaburnya batas-batas segmen industri yang ada, perusahaan dapat menawarkan berbagai jenis produk atau jasa yang belum pernah terfikirkan sebelumnya, yang pada akhirnya dapat merubah bisnis inti yang sedang digelutinya.
Hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah bahwa perusahaan tidak dapat menerapkan konsep e-business murni tanpa adanya hubungan jejaring dengan berbagai mitra bisnis (internetworking). Prinsip “collaboration to compete” (berkolaborasi untuk berkompetisi) sering dipergunakan oleh pimpinan manajemen di sini, demikian pula pepatah manajemen lama yang mengatakan “if you can not beat them (the competitors), join them!”.


BAB III
PEMBAHASAN

A.    ALFAMART
Manajemen dan sistem yang ada di Alfa Mart terbagi dua, frenchise dan operasi mandiri. Untuk sistem frenchise atau waralaba, outlet Alfa Mart dimiliki oleh masyarakat. Sedangkan operator mandiri, tempat atau tanah milik masyarakat sedangkan outlet milik Alfa,
Meski sebuah outlet Alfa dimiliki oleh perseorangan, untuk standarisasi pelayanan dan manajemen masih terpusat dalam pengelolaan Alfa. “Dalam hal kepemilikan ini, selain perseorangan, Alfamart  juga bekerjasama dengan beberapa yayasan dan lembaga. Untuk BUMN, kami bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, PLN dan Jasa Marga. Selain itu Alfamart pun bekerjasama dengan koperasi-koperasi dan universitas.

BAB IV
PEMBAHASAN
A. PROFIL PERUSAHAAN
PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) atau Alfamart merupakan perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok dan sehari-hari. Alfamart dapat dimiliki masyarakat luas dengan cara kemitraan.
Badan usaha
: PT Sumber Alfaria Trijaya
Didirikan
: 27 Juni 1999
Jumlah Toko
: Lebih dari 2266 (Desember 2007)


PT Alfa Mitramart Utama (AMU) didirikan pada tanggal 27 Juni 1999 dengan pemegang sham PT Alfa Retailindo. Tbk sebesar 51%, dan PT Lanar Distrindo dan 49%. Pada tanggal 18 oktober 1999 toko yang pertama kali dibuka dengan nama “Alfa Minimart” di Jl. Beringin Raya,Karawaci,Tangerang.

Kemudian pada tanggal 1 Agustus 202 kepemilikan beralih ke PT Sumber Alfaria Trijaya dengan pemegang saham PT HM Sampoerna, Tbk sebesar 70%, dan PT Sigmantara Alfindo sebesar 30%. Kemudian berganti nama menjadi “Alfamart” yang ditetapkan pada tanggal 1 Januari 2003. Dengan susunan officers dan directors sebagai berikut :

President Djoko Director                                 : Feny Djoko Susanto
Vice President Director, corporate Secretary   : Henryanto Komala
Managing and Operations Director                  : Mr. Pudjianto
Finance Director                                               : Gara Hans Prawira Ang
Property Development Director                       : Hendra Djaya
Information and Technology Director             : Bambang Setyawan Djojo
Corporate Development Director                     : Soeng Peter Suryadi
President Commissiner                                     : Djoko Susanto
Vice President Commissioner                          : Glenn T. Sugita
Commissioner                                                   : Joseph Hadilianto Tan



BAB IV
PENUTUP
4.1       Kesimpulan

Manajemen produksi operasional merupakan salah satu fungsi penting dalam perusahaan (organisasi), selain manajemen sumber daya manusia manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan akuntansi atau akuntansi keuangan yang menghasilkan produk (barang dan jasa). Berikut pengertian manajemen produksi atau operasional. Menurut Assauri (2004;12) “Manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengutillisasian sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi “.
         Sedangkan Milestone perkembangan manajemen operasi dapat dilihat dari tabel dibawah ini :
Perkembangan manajemen operasi
Tahun
Individu/perusahaan
penemuan
1776
Adam Smith
Spesialisasi pekerjaan dalam kegiatan manufaktur
1800
Eli Whitney
Standarisasi dan pengendalian mutu.
1881
Frederick W Taylor
Bapak manajemen ilmiah, studi peningkatan metode dan waktu
1913
Hendry Ford dan Charles Scremeses
Memadukan pengetahuan komponen yang distandarisasi dengan lini produksi.
1914
F. W. Harris
Model pesanan paling ekonomis (EOQ)
1924
Whitter A. Shewhart
Penggunaan peta control untuk pengendalian mutu (SPC)
1950
W. C. Deming dan Frederick Taylor
Perbaikan lingkungan kerja dan proses agar mutu menjadi lebih baik.
1958
U.S.Navy dan Bosst Allen dan Hamillton
Teknik peninjauan ulang dan evaluasi program (PLRT)
1975
Joseph Orickky dan G. Wright
Penggunaan computer dalam manufaktur, penjadwalan, pengendalian dan perencanaan material (MRP)
1978
Taichi Ohno
Just in Time (JIT)
1980
W. E. Demming dan Josseph M Jurran
Aplikasi kualitas dan produktifitas jepang dalam pemakaian robot dan CAD (Computer Aided Design)/ CAM (Computer Aided Manufactur)

E-bisnis (Inggris: Electronic Business, atau "E-business") dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
E-Commerce didefinisikan sebagai penggunaan Internet dan Web untuk transaksi bisnis. E-Commerce berbeda dari e-business, e-business mengacu pada transaksi dan proses di dalam suatu organisasi. Sebagai contoh, suatu system pengendalian persediaan perusahaan online adalah komponen e-business dan bukan bagian dari e-commerce. System pengendalian persediaan tidak secara langsung menghasilkan pendapatan untuk perusahaan. Ada lima jenis utama e-commerce: business-to-business (B2B), business-to-consumer (B2C), consumer-to-consumer (C2C), peer-to-peer (P2P), dan mobile commerce (m-commerce).

4.2  Saran
Kami mencoba memberi beberapa saran untuk perusahaan – perusahaan yang bergelut di bidang produksi agar tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan dapat tercapai. Berikut saran yang kami berikan :
1.    Perusahaan harus dapat memadukan sumber daya yang tersedia sehingga menjadi barang lain yang lebih berguna.
2.    Pengolahan produksi harus dilakukan dengan cara efektif dan efisien.
3.    Perusahaan harus mempunyai perencanaan yang matang dalam pengelolaan produksinya sehingga kegiatan produksi dapat bersifat kontinyu.
4.    Perusahaan juga harus melakukan kegiatan pengendalian atau pengawasan pada setiap tahap – tahap kegiatan produksi.
5.    Perusahaan harus dapat mengambil keputusan yang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

0 komentar:

Poskan Komentar